Jenis-jenis Kain Tenun Tradisional Berdasarkan Proses Pembuatannya

9363 views

1. Tenun Sederhana

Proses pembuatan kain tenun ini dilakukan dengan menggunakan benang lusi danpakan yang belum ataupun telah dicelup dengan warna tertentu. Saat ditenun, anyaman yang digunakan biasanya adalah anyaman polos.Kain tenun sederhana ini biasanya menghasilkan kain bercorak lurik atau kotak-kotak.Contoh kain tenun ini ada pada kain tenun dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta.

kain-tenun-sederhana

2. Tenun ikat

Tenun ikat adalah suatu teknik untuk membuat ragam hias pada suatu tenunan dengan cara mengikat benang lusi atau pakan sebelum benang tersebut diwarna dan ditenun. Pada saat kain ditenun, corak akan muncul di permukaan kain. Proses pengikatan dilakukan setelah benang dipasang pada pada suatu alat perentang yang menyerupai bingkai gambar. Perentangan dibuat sama dengan lebar atau panjang kain yang akan dibuat. Bagian yang akan diwarnai terlebih dahulu diberi tanda sesuai corak, kemudian diikat per kelompok benang dan dicelup ke dalam zat pewarna. Setelah itu benang dikeringkan dan ikatan dibuka, maka bagian yang terikat tidak dapat menyerap zat warna karena tertahan oleh ikatan tersebut.

Corak yang dibuat pada kelompok benang searah lebar kain (pakan) disebut tenun ikat pakan.Contoh kain tenun ikat pakan ada pada kain tenun dari daerah Sumatera, Jawa, dan Bali.Teknik ikat pakan umumnya berkembang di daerah dataran rendah dan pesisir pulau-pulau besar.

Corak yang dibuat pada kelompok benang lusi disebut tenun ikat lusi.Contoh kain tenun ikat lusi ada pada kain tenun NTT, NTB, Kalimantan, dan beberapa daerah Indonesia timur. Menurut sejarah teknik ikat lusi berkembang di daerah pedalaman Indonesia yang menunjukkan ciri-ciri yang berhubungan dengan kepercayaan animisme yang dianut masyarakatnya.

Adapun gabungan antara tenun ikat lusi dan tenun ikat pakan disebut tenun ikat ganda.Corak ikat pada benang akan membentuk persilangan antara benang lusi dan pakan. Ketelitian dan keterampilan yang tinggi dibutuhkan pada saat menenun kain ini. Setiap benang bercorak harus bersilang pada titik yang tepat agar corak dapat muncul sempurna.Contoh kain tenun ikat ganda, ada pada kain tenun di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Bali.

kain-tenun-ikat-ntt

Kain tenun ikat NTT

3. Tenun Khusus

Cara-cara menenun lainnya dapat dikelompokkanke dalam kelompok teknik tenun khusus.Jenis tenun khususmisalnya dengan menggunakanpakan tambahan (teknik sungkit/songket) dan lusi tambahan. Tenun songket merupakan teknik menenun dengan menambahkan bahan lain ke dalam struktur kain. Bahan tambahan yang biasa digunakan adalah benang emas, perak atau tembaga. Kadang-kadang pembuatan kain tenun ini dipadu dengan teknik ikat. Contoh kain tenun songket ada pada kain tenun khas Sumatera Selatan, Bangka (kain cual), Sumatera Barat, Lampung, dan Jambi.Untuk memperoleh motif yang diinginkan perlu disiapkan rencana pola hias dengan memasukkan beberapa gun tambahan.

Ada juga kain tenun yang dihias secara khusus yang dikenal dengan istilah kain prada yaitu kain tenun yang pola hiasnya menggunakan warna emas yang diberikan dengan mengoleskan sejenis cat emas (prada) di atas permukaan kain. Sebelum ada cat, untuk mewarnai motif digunakan lempengan-lempengan berwarna emas atau bubuk emas yang ditempel dengan perekat khusus.

kain-tenun-songket

Kain tenun songket

Hasil Pencarian Lainnya: