Karakteristik dari Serat Sutera

15227 views

Sutera adalah salah satu kain yang populer untuk pakaian karena memiliki sifat unik. Sutera merupakan kain paling mewah, kain yang paling nyaman, kain paling menyerap (sama dengan wol), kain yang memiliki drape terbaik, kain terbaik untuk zat warna, memiliki kilau terbaik, memiliki yang pegangan terbaik, dll Beberapa faktor ini yang membuat kain lebih populer. Kain sutera bisa sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin.

Karakteristik serat sutera

Karakteristik Kain Sutera

Sifat kain sutera dapat dibahas di bawah ini:

Komposisi: Serat sutera ini terutama terdiri dari 80% dari fibroin, yaitu protein di alam dan 20% dari sericin, yang juga dinyatakan sebagai karet sutera (silk gum).

Kekuatan: Serat sutera, memiliki kekuatan tarik yang baik, yang memungkinkan untuk menahan tekanan tari yang besar. Sutera adalah serat alami terkuat dan memiliki ketahanan abrasi moderat.

Elastisitas: serat sutera adalah serat elastis dan dapat membentang dari 1/7 ke 1/5 dari panjang aslinya sebelum terputus. Sutera memilki kecendrungan untuk kembali ke ukuran aslinya namun secara bertahap kehilangan sedikit elastisitasnya. Ini berarti bahwa kain akan kurang kendur dan kurang mengikat dalam kenyamanan pemakai.

Ketahanan: kain sutera mempertahankan bentuknya dan memiliki ketahanan sedang terhadap kerutan. Kain yang terbuat dari serat sutera staple pendek memiliki ketahanan yang kurang.

Drapability: dibantu oleh sifat elastisitas dan ketahanan, sutera memiliki drapability sangat baik.

Konduktivitas Panas: Serat sutera adalah serat protein dan non-konduktor panas mirip dengan wol. Hal ini membuat sutera cocok untuk pakaian musim dingin.

Daya Serap: kain sutera yang terbuat dari protein di alam memiliki daya serap yang baik. Daya serap dari kain sutera membuat pakaian menjadi nyaman bahkan untuk suasana yang lebih hangat. Kain yang terbuat dari sutera akan nyaman dipakai di musim panas atau hangat dan njuga di musim dingin. Serat sutera umumnya dapat menyerap sekitar 11 persen dari berat dalam cairan, tetapi rentang cukup bervariasi dari 10 persen sampai 30 persen. Sifat ini juga merupakan faktor utama dalam kemampuan sutera untuk di-printing dan dicelup secara mudah.

Kebersihan dan pencucian: kain sutera tidak menarik kotoran karena permukaannya halus. Kotoran, yang mengumpul dapat dengan mudah dihilangkan dengan mencuci atau dry cleaning. Untuk pencucian sering direkomendasikan menggunakan dry-cleaning. Kain sutera harus selalu dicuci dengan sabun lembut dan agitasi yang kuat di mesin cuci harus dihindari.

Reaksi Pemutihan (bleaching): Sutera seperti halnya wol, menghasilkan reaksi yang buruk ketika menggunakan zat pemutih klorin seperti sodium hypochlorite pada prose bleaching sutera. Namun, zat pemutih ringan hidrogen peroksida atau sodium per borat dapat digunakan untuk sutera.

Penyusutan: Kain Sutera memiliki penyusutan yang normal yang dapat dikembalikan dengan cara disetrika. Efek Crepe kain menyusut jauh ketika di cuci, tapi menggunakan setrika dengan panas yang sedang akan mengembalikan kain ke ukuran aslinya.

Pengaruh Panas: Sutera sensitif terhadap panas dan mulai terurai pada 330 ° F (165 ° C). Sehingga Kain sutera harus disetrika saat basah.

Pengaruh Cahaya: kain sutera akan melemah saat terkena cahaya matahari. Sutera mentah lebih tahan terhadap cahaya daripada sutera degummed.

Resistensi terhadap Jamur: Sutera tidak akan berjamur kecuali ditempatkan dalam keadaan lembab atau di bawah kondisi kelembaban tropis yang ekstrim.

Resistensi terhadap Serangga: Sutera dapat diserang oleh larva atau ngengat pakaian atau kumbang karpet.

Reaksi Alkali: Sutera tidak sesensitif seperti wol terhadap alkali, tetapi bisa rusak jika terkena konsentrasi dan suhu yang tinggi.

Reaksi Asam: Konsentrat asam mineral akan melarutkan sutera lebih cepat dari wol. Namun, Asam organik tidak membahayakan sutera.

Afinitas untuk Pewarna: Serat memiliki daya serap yang baik dan dengan demikian memiliki afinitas yang baik terhadap zat pewarna. Sutera yang dicelup memilki ketahanan warna yang baik pada berbagai kondisi, tetapi ketahanan terhadap cahaya kurang memuaskan.

Resistensi terhadap Keringat: Keringat dan sinar matahari dapat melemahkan dan membuat kain sutera menguning. Pakaian sutera yang dikenakan di sebelah kulit harus dicuci atau dibersihkan dengan baik..

Hasil Pencarian Lainnya: