Karakteristik Fisik Serat Kapuk

32061 views

Kapuk mengacu pada serat biji yang diperoleh dari polong pada biji nya. Serat kapuk secara botanikal sangat mirip dengan serat kapas, memiliki famili terkait yang erat. Serat kapuk adalah serat selulosa alami yang memiliki sel tunggal. Serat Kapuk terlihat transparan dengan karakteristik gelembung udara dalam lumen di bawah cahaya mikroskop. Kapuk memiliki tubuh yang berongga sedangkan pada ujung serat tertutup dan sedikit melebar pada akar dengan dinding sel seperti kisi yang semakin menyempit permukaan menuju atas.

Kapuk memiliki dinding sel tipis yang memungkinkan serat dapat dikompresi lebih mudah dan struktur dinding sel yang halus dapat mencegah partikel kecil lainnya agar tidak memasuki lumen. Dalam penampilan dan karakteristik, serat kapuk sangat mirip dengan serat milkweed dihasilkan oleh tanaman Asclepias, Ceropegia, dan Calotropis, hanya yang terakhir lebih panjang.

serat kapuk

a) serat kapuk dilihat dari mikroskop, b) badan serat kapuk, c) karakterisitik akar yang melebar, d) bentuk seperti lattice pada ujung serat

Seperti semua serat selulosa alami, kapuk mengandung sebagian besar alpha selulosa (35-50%), hemiselulosa (22-45%), lignin (15-22%), sekitar 10-11% (moisture) kelembaban (moisture regain konvensional sekitar 10,9%), dan 2-3% lilin. kapuk juga mengandung sedikit pati, sekitar 2,1% protein dan zat anorganik, terutama besi (1,3-2,5%). Karena mengandung alpha selulosa, kapuk lebih woody (berkayu) dari rami dan serat tanaman lainnya. Tingginya kandungan lignin memastikan kapuk memiliki ketahanan antibakteri yang baik. Kapuk mengandung xyloses (sekitar 23%) dan asam 4-0-metil-glukuronat (sekitar 5,9%) sebagai hidrolisis utama produk hemiselulosa nya. Karena kandungan zat anorganik dalam sel primer, serat kapuk memiliki kemampuan lebih rendah untuk menyerap air sedangkan ketahanan lebih tinggi. Serat mentahnya sangat hidrofobik dan sangat penyerap cairan non-polar (oleophyllic). Kapuk mengandung 70-80% udara dan memberikan isolasi termal dan akustik yang sangat baik. Kapuk juga sangat mudah terapung di air. Serat ini tahan terhadap asam dan alkali pada suhu kamar.

karakteristik serat kapuk

karakteristik serat kapuk

Evaluasi kualitas

Kualitas kapuk dievaluasi atas dasar persentase lignin, diameter serat (kapuk dengan diameter lebih seragam memiliki nilai yang lebih tinggi), daya apung dalam larutan alkohol dengan kerapatan 0,928 g / cm3, dan kecepatan relatif dari pembasahan serat dan perendaman. Persentase lignin secara kualitatif

dievaluasi oleh reaksi microchemical dengan menggunakan larutan alkohol dari fluoroglucinol dan HCl. Serat yang berkualitas baik hanya dihasilkan dari polong biji kapuk yang matang. serat imatur (belum matang) memiliki kekuatan yang rendah, kilau dan warna rendah, dan tidak menahan stres selama dikompresi menjadi bentuk bal.

Aplikasi Serat Kapuk

Varietas yang paling sering diperdagangkan dari kapuk adalah kapuk Jawa yang bermutu tinggi dan kapuk India yang bermutu rendah. Pangsa pasar tertinggi milik kapuk Jawa. Kapuk secara tradisional telah digunakan sebagai daya bantu apung, bahan isian pada kasur dan bantal karena isolasi termal yang baik, sifat nonallergenic, dan kepadatan rendah. filter minyak dan komposit merupakan potensi baru penggunaan kapuk. Pemintalan kapuk sulit dilakukan karena seratnya pendek, rapuh, dan kohesi serat rendah sehingga digunakan terbatas pada benang kasar atau benang yang dicampur dengan kapas. Di paruh kedua abad kedua puluh penggunaan kapuk turun drastis dengan munculnya bahan isian sintetis. Namun, selama beberapa tahun terakhir, kapuk, sebagai bahan yang dapat didaur ulang dan biodegradable, telah menjadi lebih menarik untuk digunakan.

Hasil Pencarian Lainnya: