Karakteristik Serat Abaka

20563 views

Abaca atau Pisang abaka (Musa textilis) adalah merupakan salah satu spesies pisang tumbuhan asli Filipina namun juga tumbuh liar dengan baik di Indonesia. Biasanya dikenal dengan nama antara lain pisang manila, dan atau pisang serat.

Abaka walaupun berbeda dengan pisang, tetapi dapat diketahui dari karakteristiknya, antara lain:

  • Daun pisang abaca yang sempit dengan ujung yang tajam dan warna umum daun berwarna hijau gelap mengkilap sekitar 8 meter panjangnya dan 12 kaki lebarnya. Sedangkan tanaman pisang memiliki daun yang lebih luas dan warnanya hijau agak lebih ringan.
  • Hati, batang dan buah-buahan dari tanaman pisang relatif lebih besar dibandingkan dengan tanaman abaka itu sendiri. Buah abaca lebih kecil, tidak karuan sehingga seperti  pisang.
  • Batang tanaman abaca tumbuh sampai ketinggian 9 hingga 12 kaki, dengan ketebalan 3 inchi.
  • Ketika dewasa, tanaman abaka terdiri dari sekitar 12 sampai 30 batang memancar dari sistem akar pusat. Masing-masing tangkai tingginya sekitar 12 sampai 20 kaki . Tangkai adalah sumber serat.
  • Abaca mudah tumbuh. Ini menyebarkan dirinya melalui isapan, atau tumbuh tunas dari akar.
  • Abaca tumbuh sekitar 10 sampai 15 meter tingginya.
  • Awalnya  membutuhkan 2 sampai 4 tahun tanaman  abaca untuk matang. Namun, abaca dapat tumbuh tunas yang berkembang menjadi akar dan siap panen dalam 4 sampai 8 bulan setelah panen awal.
  • Ketika semua daun telah terbentuk dari batang, kuncup bunga berkembang, pada saat itulah tanaman telah mencapai kematangan dan kemudian siap untuk panen.

karakteristik serat abaka

Abaca juga dikenal di seluruh dunia sebagai “Manila Hemp”. Tetapi itu tidak terkait dengan nama hemp. yang benar-benar “rami” adalah dari kata Inggris kuno “hanf” yang mulai dipakai di AD Inggris Tengah dan milik sativa ganja tanaman. Namun, abaca bukanlah tanaman rami umum dari sativa ganja. “Hemp”  digunakan sebagai istilah umum untuk semua serat panjang. Kata “rami” adalah generik untuk tanaman yang mengandung serat yang disebut “kulit pohon”. Abaca adalah serat keras (mengacu pada kekakuan nya) dan sama sekali berbeda dari rami sebenarnya yang merupakan serat lembut dan  produk dari sativa ganja.

Iklim yang sesuai untuk tanaman pisang Abaka yaitu tipe iklim A menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, dengan curah hujan 2000 - 3000 mm/tahun, dan jumlah hari hujan antara 150 -200 hari serta temperatur udara 20ºC - 31ºC. Pisang Abaca dapat tumbuh baik pada dataran rendah sampai dataran tinggi sampai ketinggian 1000 m dpl. Tanah yang baik yaitu tanah yang gembur, tekstur lempung berliat atau lempung berpasir dan jangan sampai ada lapisan yang padat (harpan layer).

Serat abaka merupakan salah satu serat alam yang sudah cukup banyak dikenal pemanfaatannya oleh berbagai bangsa di dunia untuk pembuatan bahan pakaian, kertas atau untuk pemanfaatan lainnya. karena serat abaka mempunyai  keuletan atau kekuatan, tidak getas dan tidak mudah robek atau putus,  juga memiliki tekstur yang sangat baik dan memiliki sifat mengkilat seperti memantulkan cahaya. Selain itu, sebagai serat alam yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, serat abaka tentu saja merupakan sumber alam yang dapat diperbaharui dan mudah dibudidayakan.

Serat abaka juga dinilai mempunyai daya apung, dan ketahanan terhadap kerusakan dari air garam. Kualitas ini membuat serat abaka sangat cocok sebagai benang / tali pintal alat-alat kelautan, terutama digunakan untuk tali kapal, hawsers, kabel, tali pancing, tali transmisi, kabel sumur pengeboran dan jaring ikan.

Hasil Pencarian Lainnya: