Mengapa Kain Menyusut Setelah Pencucian?

2490 views

Ada studi yang sangat baik dilakukan oleh Veena Verma dari Perguruan Tinggi BMN mengenai berbagai faktor yang berhubungan dengan benang yang mengkeret. Dia menguji 24 sampel dimulai dari sample dengan berat yang sangat ringan sampai dengan sample yang paling berat untuk stabilitas dimensi setelah 25 perendaman dan kali pencucian dan berikut ini adalah beberapa pengetahuan yang sangat berguna dari penelitian tersebut:

Penyusutan Kain

  1. Penjelasan dasar untuk mengkeret adalah relaksasi yang merupakan kecenderungan benang untuk kembali ke dimensi normal atau dimensi sebelum mengkeret yang disebut relaksasi mengkeret. Kebanyakan kain yang diproduksi di bawah tegangan akan meninggalkan tegangan di kain. Biasanya beberapa pencucian atau pembersihan diperlukan merelaksasi kain sepenuhnya.
  2. Kain menyusut atau mengkeret setelah pencucian dan persentasenya akan meningkat signifikan setelah pencucian berulang.
  3. Hubungan tetal lusi dengan mengkeret adalah berbanding terbalik. Semakin besar tetal lusi maka, persentase mengkeret semakin kecil. Namun tidak ada hubungan yang jelas antara mengkeret dan nilai tetal pakan. Hal ini berlaku untuk perendaman dan pencucian.
  4. Jika nilai tetal lusi lebih besar dari tetal pakan maka nilai mengkeret akan berkurang.
  5. Kain dengan nomor benang kasar memiliki nilai mengkeret yang lebih tinggi dibanding kain dengan nomor benang halus yang memiliki mengkeret lebih rendah.
  6. Jika benang diberikan multiplier twist yang besar, maka nilai mengkeret akan semakin tinggi pada proses pencucian.
  7. Tidak ada hubungan antara berat kain dan ketebalan kain dengan mengkeret.

Baca juga: Pengertian Tekstil

Hasil Pencarian Lainnya: