Mengenal Panjang, Bentuk dan Diameter Serat Tekstil

75891 views

Panjang Serat

Panjang serat mempengaruhi banyak Sifat dari benang stapel, termasuk diantaranya kekuatan, kehalusan dan hairiness (bulu). Benang filamen dapat dibuat menjadi benang dengan sedikit atau tanpa twist karena panjangnya yang kontinyu, dapat menghasilkan benang halus, memiliki penampilan cerah, terutama ketika tidak ada crimp. Serat stapel perlu diberi antihan/gintiran (twist) untuk membentuk sebuah panjang benang dengan serat terakhir yang menonjol dari permukaan benang. Suatu karakteristik yang muncul dari beberapa serat adalah terjadinya 'crimp', yang berarti pada terdapatnya gelombang-gelombang serat di sepanjang benang.

Satu-satunya serat alami yang memiliki crimp yang signifikan adalah serat hewan (wol dan rambut). Crimp sering dimanfaatkan pada serat filamen sintetis untuk membuat serat lebih bulky (mengembang) dan nyaman, dan juga digunakan pada serat stapel buatan untuk dicampur dengan wol atau katun pada proses pengolahan. Crimp dapat diukur dengan menghitung jumlah crimp atau gelombang per satuan panjang atau dengan menghitung persentase meningkatnya panjang serat ketika penghilangan crimp. Serat yang bergelombang (crimp) cenderung lebih bulky dan merata sehingga lebih efektif ketika dipintal menjadi benang serat stapel. Kekompakan Serat adalah faktor penting dalam berhasilnya pemintalan serat stapel, sehingga dapat menghasilkan benang yang lebih kuat.  Serat yang bergelombang (crimp), seperti wol, memiliki tingkat bulky yang lebih besar dan sifat isolasi yang lebih baik, karena lebih banyak udara yang terperangkap.

Bentuk Serat

Serat alami terdapat dalam berbagai bentuk, sementara serat sintetis dapat diproduksi di hampir semua bentuk yang diperlukan. Bentuk dasar Serat dapat dianalisis dalam dua cara:

  • Dengan melihat penampang melintang serat (yaitu cross-sectional)
  • Dengan melihat penampang membujur serat (yaitu longitudinal)

Beberapa jenis umum dari penampang melintang serat adalah:

  • Bulat
  • Bentuk tulang anjing (dog bone)
  • Trilobal
  • Multilobal
  • Bergerigi (serrated)
  • Berongga (hollow)

Bentuk penampang melintang seratBeberapa jenis umum dari penampang melintang diilustrasikan pada Gambar disamping. Di antara serat alam, serat kapas memiliki karakteristik bentuk tulang anjing atau (kacang atau ginjal), sementara serat sutera memiliki bentuk trilobal yang lebih bulat. Sementara terdapat fleksibilitas yang lebih besar dalam memilih dan memproduksi bentuk penampang melintang  tertentu untuk serat sintetis, beberapa cenderung memiliki bentuk dasar yang sama (kebanyakan bulat atau bergerigi). Sedangkan pada penampang membujur serat, beberapa memiliki permukaan halus sementara yang lain kasar dan tidak rata. serat wol memiliki sisik mirip dengan rambut manusia, sementara serat kapas memiliki karakteristik twist. Bentuk dan karakteristik permukaan serat dapat memiliki efek yang penting pada sifat-sifat seperti kohesi, pembasahan, wicking, kemudahan serat dapat dibersihkan, serta covering dan kilau. Benang filamen sintetis dapat memiliki tekstur (texturised) untuk mengubah permukaan dan sifat lainnya. Tujuan dari texturising adalah untuk meningkatkan bulkiness dari benang dan kenyamanan kain. Benang bertekstur dapat dirajut atau ditenun menjadi kain yang memiliki penampilan, drape dan pegangan seperti halnya wol, katun atau kain sutra, dengan kelebihan serat sintetis dapat dicuci lebih baik, kemudahan perawatan dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan kain dari serat alami.

Suatu karakteristik penting dari kain adalah 'covering', yang menggambarkan sejauh mana benang dan serat dapat menutupi ruang atau area yang digunakan oleh kain. Ketika kain lebih terbuka, dengan ruang yang lebih terbuka, maka semakin rendah covering. Covering yang baik dalam kain adalah penting karena menentukan tingkat kenyamanan tertentu dan sifat lainnya seperti tingkat perlindungan dan transparansi. Faktor 'covering' dari kain tenun adalah angka yang menunjukkan daerah yang ditutupi oleh serat dan benang di kain, relatif terhadap yang ditutupi oleh kain.

Diameter Serat

Diameter serat adalah jarak di antara penampang melintang serat. Karena tidak teratur, diameter dari serat alami biasanya bervariasi dari panjangnya, sehingga nilai rata-rata digunakan. diameter Serat biasanya diukur dalam sepersejuta meter, yang dikenal sebagai 'mikron' atau 'mikrometer' (menggunakan simbol µM). Serat tekstil umumnya memiliki diameter antara 10 sampai 20 µm, meskipun beberapa dapat mencapai 50 µm. Serat Alam berkisar antara diameter dari sutera (10-13 µm) sampai wol (sampai 40 µm). Serat sintetis dapat diproduksi dalam diameter dari sekecil 6 µm (dikenal sebagai microfiber) hingga serat karpet berat (lebih dari 4µ pm). Nanofibres, dengan diameter di bawah 100 nm (nanometer), juga diproduksi.

bentuk Penampang membujur serat

Bentuk Serat, a) penampang membujur serat kapas dengan karakteristik twist, b) penampang melintang serat kapas berbentuk tulang anjing, c) Serat wol menunjukan sisik pada permukaan, d) bentuk trilobal pada serat sutera, e) bentuk bulat pada serat nylon, f) bentuk hollow (rongga) pada serat nylon pada kain tenun, g) bentuk multilobal pada serat rayon viscose, h) bentuk tulang anjing pada serat akrilik

Sebuah serat dengan diameter kecil menghasilkan 'kehalusan' serat dengan kelenturan yang lebih besar, fleksibilitas dan kelembutan. Hal ini akan menghasilkan kain dengan pegangan yang lebih baik atau lebih lembut dan drape. Pakaian biasanya dibuat dari serat berdiameter kecil, sedangkan serat yang lebih besar sering digunakan untuk aplikasi berat seperti karpet.

Hasil Pencarian Lainnya: