Pengantar Pengetahuan Serat, Benang dan Kain

62799 views

Serat umumnya diklasifikasikan sebagai berikut:

  • serat Staple
  • Filamen
  • Tow

Seperti disebutkan pada artikel sebelumnya, serat stapel adalah serat yang panjangnya relatif singkat (pendek), seperti halnya pada sebagian besar serat alami, yang panjangnya berkisar dari beberapa milimeter (misal serat kapas terpendek, dikenal sebagai Linter) sampai sekitar satu meter (Misal serat dari tanaman kulit pohon). serat stapel biasanya memiliki panjang antara 3 dan 20 cm. Mengingat perbedaan panjang rata-rata serat, misalnya serat katun (2-3 cm) dan serat wol (5 cm atau lebih), kadang-kadang disebut masing-masing sebagai serat 'stapel pendek' dan 'stapel panjang'.

Sebuah filamen adalah serat panjang yang tak terbatas. Berbagai macam sutra adalah satu-satunya serat filamen alami. Sebagian besar serat regenerasi dan serat sintetis diproduksi sebagai filamen, yang dapat digunakan dalam bentuk satu atau multifilamen. Beberapa serat filamen juga dibuat untuk menghasilkan 'tow' yang kemudian akan dipotong sesuai panjang yang diperlukan untuk menghasilkan serat stapel yang cocok untuk dicampur dengan serat lain, khususnya dengan kapas atau wol.

Istilah Tow dapat berarti dua hal yang berbeda yaitu:

  • Dalam industri serat sintetis, Tow adalah sejumlah produksi filamen yang ditujukan untuk kemudian dipotong menjadi serat yang lebih pendek (stapel).
  • Dalam pengolahan serat alami (rami), tow adalah serat pendek yang dihasilkan ketika batang diproses untuk mengekstrak serat.

Sebuah benang didefinisikan sebagai 'produk dari panjang substansial dengan penampang relatif kecil, yang terdiri dari serat dan atau filamen dengan atau tanpa gintiran (twist) '(Anonim, 2002; Elsasser, 2011). definisi lain benang adalah 'pengelompokan serat untuk membentuk untaian secara terus menerus' (Cohen, 1997). Kebanyakan serat stapel yang dibuat menjadi benang melalui proses peregangan (drawing), pemintalan (spinning) dan pemberian gintiran (twisting) yang memungkinkan pembentukan serat untuk terus bersama-sama dalam untaian kontinyu (Briggs-Goode, 2011). Terdapat metode yang berbeda dari pemintalan, tergantung pada serat yang dipintal, yang akan dibahas dalam artikel selanjutnya. Serat juga dapat dibuat menjadi struktur yang lebih besar menggunakan metode lain, misalnya felt dan kain nonwoven.

Benang dapat dikategorikan berdasarkan jenis benang dasar yaitu:

  • Monofilamen
  • Multifilamen
  • Staple atau spun

Jenis benang ini diilustrasikan dalam Gambar berikut. Seperti namanya, benang monofilamen mengandung serat filamen tunggal. Lebih umumnya, banyak filamen yang digintir bersama untuk membentuk benang multifilamen.

bentuk susunan benang

Tipe bentuk benang, a) monofilamen, b) multifilamen, c) stapel/spun

Seperti disebutkan sebelumnya, benang stapel atau spun terdiri dari serat stapel yang dikombinasikan dengan pemintalan menjadi lebih panjang, yang memiliki untaian benang terus menerus. Elemen-elemen kunci dari benang staple adalah konten, kehalusan dan panjang, benang ply dan gintiran (twist). Ada banyak cara menciptakan benang staple dari kelompok jenis serat. Bentuk benangnya meliputi:

  • Single (serat digabungkan menjadi satu benang tunggal)
  • Ply / plied (dua atau lebih benang diberi twsit secara bersama-sama)
  • Cabled/ Corded (beberapa benang ply diberi twsit secara bersama-sama)
  • Blended / Compound (jenis serat yang berbeda digabungkan menjadi satu benang)
  • Core spun (benang dengan satu jenis serat, biasanya filamen, di pusat (inti) dari benang, yangbiasanya tertutup (dibungkus) dengan serat stapel)
  • Fancy atau benang efek (benang dengan efek khusus atau penyimpangan yang disengaja, misalnya slubs atau loop yang terjadi secara teratur atau acak sepanjang benang)

Kombinasi serat yang berbeda dan struktur benang dapat digunakan untuk merancang sebuah set tertentu dari properti.  Benang jahit adalah contoh dari benang yang secara khusus direkayasa untuk tujuan tertentu. Penyempurnaan tambahan sering ditambahkan pada benang untuk memastikan agar sesuai dengan kebutuhan.

Kehalusan benang, ketebalan atau ukuran ditandai oleh dua jenis utama dari penomoran sistem:

  • Sistem penomoran benang langsung: Berdasarkan berat atau massa dari panjang tetap benang (massa per unit panjangnya).
  • Sistem penomoran benang tidak langsung: Berdasarkan panjang benang dari berat tetap (panjang per unit massa).

Kedua sistem menyediakan ukuran kehalusan (atau ketebalan) dari benang, yang penting untuk  aplikasi yang sesuai dalam teknik konstruksi kain seperti merajut dan menenun.

Setelah benang dibuat, kemudian dibentuk dalam beberapa cara untuk menghasilkan kain. Ada banyak cara untuk menggabungkan benang untuk membuat kain. Beberapa yang paling penting adalah:

  • Pertenunan
  • Perajutan
  • Kain Nonwoven

Beberapa jenis kain yang lebih khusus adalah termasuk renda, jaring, kepang dan kempa.

Cara yang berbeda dalam pembuatan konstruksi kain akan menghasilkan variasi dalam tekstur, penampilan, drape dan handle (nuansa kain); serta karakteristik kinerja seperti kekuatan, daya tahan (Schwartz, 2008), kenyamanan dan perlindungan. Kombinasi yang berbeda dari jenis serat dan benang pada struktur kain dapat menghasilkan berbagai produk, dengan variasi karakreristik yang luas (Briggs-Goode, 2011). Penggunaan teknik finishing untuk kain memungkinkan perbaikan lebih lanjut dari sifat-sifat kain. (Fan & Hunter, 2009; Gulrajani, 2013; Rouette, 2001; Wei, 2009). Baik fashion desainer atau tekstil desainer akan mengeksploitasi sifat yang melekat dan karakteristik kinerja dari berbagai jenis kain saat merancang dan membuat produk.

Hasil Pencarian Lainnya: