Pengertian Benang Lusi dan Benang Pakan Pada Kain

16910 views

Kain yang dibuat dengan cara ditenun mempunyai dua arah benang yang saling menyilang atau berlawanan, yaitu dinamakan benang lusi (lungsin) dan benang pakan. Benang lusi merupakan benang yang disusun lurus secara vertikal sedangkan benang pakan merupakan benang yang disusun lurus secara horizontal pada sebuah kain. Dua komponen benang ini saling menyilang satu sama lainnya sehingga membentuk suatu anyaman kain.

Baca juga:Pengertian Tekstil

Benang lusi dan benang pakan ini bisa ditemukan dalam kain yang dibuat pada alat tenun, baik alat tenun tradisional maupun alat tenun mesin. Benang pakan ditenun secara selang-seling diatas dan dibawah benang lusi. Untuk menenun berbagai jenis kain tekstil, biasanya penenun memulai dengan benang lusi. Benang ini bisa sampai sepanjang 100 meter yang memanjang ke seluruh gulungan panjang kain.

Sebagai penyangga utama sebuah kain, biasanya benang lusi ini dibuat lebih kasar dan kuat dibandingkan dengan benang pakan agar bisa menahan tarikan dan sentakan ketika direntangkan pada alat tenun pada saat menenun. Sedangkan benang pakan hanya sebagai pengisi saja.

benang lusi dan benang pakan
Sebelum proses tenun dimulai, benang lusi ini biasanya dibentangkan ke alat tenun, dan biasanya digulung pada gulungan besar (beam). Benang lusi mengarah sejajar dengan tepi tenunan dan membentuk panjang sebuah kain.

Pada alat tenun, biasanya benang-benang lusi dipisahkan menjadi dua group, agar benang pakan dapat lebih mudah lewat diatas satu group pada saat ditarik melintasi benang lusi ke satu arah dan dibawah group itu sewaktu digerakkan melewatinya ke arah yang berlawanan. Oleh sebab itu, seringkali dibutuhkan dua "ruang pemisah" atau jalur.

mesin tenun kain benang lusi pakan
Setelah kain ditenun sesuai yang diinginkan dan digulung, penenun akan memotongnya dari benang-benang lusi. Bahan yang lebih sering digunakan antara lain sutera, linen, dan bulu binatang. Kain yang beragam polanya juga bisa dibuat dengan menggunakan benang yang warnanya berbeda pada lusi atau pakan, atau pada keduanya.

Menenun sering kali dilakukan oleh kaum wanita, tetapi tidak sedikit juga dilakukan oleh pria. Alat tenun zaman dulu yang digunakan oleh orang Mesir, Ibrani dan bangsa lainnya untuk menenun pada dasarnya adalah sebuah bingkai. Pada zaman dulu, alat tenun ada yang horizontal dan ada yang vertikal. Salah satu jenis alat tenun vertikal terdapat dua tiang tegak lurus dengan sebuah batang lintang di bagian atasnya.

Batang ini terjuntai benang benang lusi yang dipasangkan pemberat atau beban untuk menjaga agar benangnya tetap lurus. Beberapa alat tenun lainnya, beban ini sudah digantikan dengan batang di bagian bawah, sebagian lainnya batang ini bisa diputar agar kain hasil tenunan dapat digulung.

Hasil Pencarian Lainnya: