Pengertian dan Pengenalan Serat Alam

5791 views

Serat alam sudah ada sejak lama dan mulai digunakan akhir abad 20, sebagai pengganti serat sintesis yang telah diaplikasikan pada komposit. Salah satu alasannya yaitu berkaitan dengan ketersediaan yang cukup melimpah di alam dan dapat dibudidayakan oleh manusia (renewable) terutama di daerah yang cocok untuk tumbuh berbagai tanaman.

Selain potensi dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh serat alam seperti dapat didaur ulang dan CO2 neutral, serat alam juga memiliki beberapa permasalahan. Diantaranya adalah karakteristik serat yang sangat bervariasi, sifat mekaniknya yang relatif rendah dibandingkan serat sintetis, mudah menyerap air (hidrofilik), dan temperatur kerja yang relatif rendah (Lilholt dan Lawther, 2000). Untuk itu dibutuhkan improvisasi lebih lanjut agar kualitas serat alam dapat ditingkatkan.

Potensi serat alam yang dikembangkan didasarkan pada struktur dalam serat, seperti kandungan selulosa, hemiselulosa, pektin atau lignin dan kristalinitas, hal ini ditujukan untuk menghasilkan serat alam yang lebih kuat.

Sumber serat alam bisa berasal dari tumbuhan maupun hewan. Berikut ini dapat dilihat pembagian serat (serat alam) berdasarkan sumbernya.

Klasifikasi Serat

Klasifikasi Serat

Struktur kimia utama yang terdapat pada serat alam yang berasal dari tumbuhan adalah selulosa dan pada serat alam yang berasal dari hewan adalah protein (yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah serat dari tumbuhan untuk selanjutnya serat alam yang disebut adalah serat alam yang berasal dari tumbuhan). Klasifikasinya dapat dilihat pada Tabel berikut.

Klasifikasi serat berdasarkan struktur kimia

Klasifikasi serat berdasarkan struktur kimia

Serat tunggal (single fiber) adalah bagian terkecil serat yang tidak bisa dipisahkan lagi secara mekanik. Pada umumnya serat tunggal ini tersusun dari serat-serat kecil (mikrofibril). Didalam mikrofibril inilah tersusun rantai selulosa yang menjadi penopang utama bahan serat alam. Lebih jelasnya dapat diperhatikan Gambar berikut ini.

Mikroskopik serat alam

Mikroskopik serat alam

Dari Gambar tersebut dapat dikatakan bahwa sesungguhnya serat alam merupakan bahan komposit alam dengan penguat berupa selulosa serta pengikat (matriks) berupa pectin dan hemiselulosa. Rantai selulosa ini merupakan struktur kristalin yang ditopang oleh ikatan-ikatan kovalen antar unsur-unsurnya.

Hasil Pencarian Lainnya: