Pengertian Kain Rayon

6139 views

pengertian kain rayonPengertian kain Rayon adalah merupakan kain sintetis pertama yang dibuat oleh manusia. Rayon terbuat dari serat yang berasal dari kayu. Pinus, hemlock, dan cemara adalah tiga jenis pohon yang paling sering digunakan dalam proses pembuatan rayon.

Rayon dikembangkan di Perancis pertama kali pada tahun 1884 oleh seorang ilmuwan bernama Hilaire de Chardonnet sebagai bahan pengganti untuk sutera. Pada saat itu, bahan ini disebut sebagai 'sutera buatan' sampai tahun 1924, kemudian namanya diubah menjadi rayon untuk menggambarkan sifat-sifat metallik atau kain yang berkilau karena memantulkan sinar matahari (ray-on atau rays of light). Rayon adalah termasuk serat semi sintetis yang juga dikenal sebagai serat selulosa yang diregenerasi.

Istilah “rayon” saat ini digunakan untuk menyebut semua serat buatan manusia yang berasal dari selulosa.

Selulosa ini berasal dari dinding sel pada tumbuhan dan juga dapat diperoleh dari katun dan pulp kayu yang dilarutkan.

Rayon mempunyai daya serap yang tinggi, lembut di kulit, nyaman dipakai dan mudah untuk diberi warna. Karena serat rayon memiliki daya serap yang tinggi, zat pewarna sangat mudah diserap sehingga warna yang dhasilkan pada kain berbahan rayon menjadi sangat cerah.

Perlu diingat bahwa rayon sangat mudah terbakar, sehingga bahan ini sering diperlakukan dengan flame retardant. Rayon sangat mudah terbakar dan api bisa menyebar dengan cepat. Kandungan serat dari berbagai bahan menentukan seberapa besar bahan tersebut dapat terbakar dan seberapa cepat terbakar. Rayon cenderung lebih mudah terbakar dari serat tanaman lainnya, seperti katun, linen dan rami.

Elastisitas Rayon adalah yang terendah jika dibandingkan dengan serat manapun. Ini artinya bahan tersebut tidak cepat kembali ke bentuk awal dan penampilan aslinya.

Rayon memiliki banyak kegunaan secara komersial, industri dan domestik. Salah satu penggunaan yang paling populer adalah untuk pakaian. Pakaian formal, celana panjang, gaun, rok, blus, jaket, topi, pakaian olahraga, dasi dan jas semua dapat dibuat dari rayon. Produk kesehatan wanita dan diapers juga banyak yang terbuat dari rayon. Produk medis bedah, ban, bola bowling, film fotografi dan produk industri lainnya juga memanfaatkan serat rayon. Di rumah, kain gorden, seprei, selimut, furnitur, slipcovers, karpet, dan tirai juga banyak ditemukan dari bahan rayon.

Rayon dibuat dengan melarutkan selulosa dalam larutan soda kemudian dilewatkan melalui lubang-lubang kecil (ke dalam bak kimia berisi larutan koagulan) sehingga serat rayon terciptakan.

Rayon tidak mudah untuk dibuat, dan proses pembuatannya bisa sangat berbahaya jika sarung tangan dan peralatan keselamatan yang tepat tidak digunakan. Dalam proses pembuatan rayon, natrium hidroksida (yang bersifat korosif) digunakan dan akan menyebabkan luka bakar jika terjadi kontak langsung dengan kulit. Ketika natrium hidroksida dilarutkan dalam air, sejumlah panas yang tinggi dihasilkan. Oleh sebab itu, anda perlu untuk bekerja pada proses pembuatan ini di daerah yang sangat berventilasi.

Rayon biasa, atau viscose, tidak sekuat serat rami atau katun alami, dan kelemahan ini dapat diperburuk jika bahan ini terkena sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang cukup lama atau dalam kondisi basah. Faktor-faktor lain seperti asam, jamur dan setrika dapat merusak rayon. Namun memperkuat rayon dengan proses kimia tertentu dan mencapurnya dengan serat lain dapat meminimalkan kelemahan rayo tersebut.

Baca juga:Fakta fakta menarik seputar sutera

Hasil Pencarian Lainnya: