Pengertian Kain Satin

7682 views

Pengertian kain satinPengertian kain Satin adalah teknik tenunan yang biasanya menghasilkan permukaan kain yang licin dan mengkilap tetapi dengan bagian belakang kain atau dalam kain yang tidak mengkilap dan licin. Karakteristik tenunan satin biasanya memiliki setidaknya empat benang yang disusun mengambang (float) sejajar secara vertikal pada permukaan kain dan satu benang yang menopang disusupkan secara horizontal.

Benang-benang yang disusun sejajar inilah yang menghasilkan kilauan (tidak seperti jenis teknik tenunan lainnya) karena cahaya yang dipantulkan oleh susunan benang yang sejajar ini tidak tercerai beraikan oleh serat tersebut. Benang yang diletakan diatas secara vertikal disebut benang lusi sedangkan yang terletak dibawah secara horizontal disebut benang pakan.  Ada juga yang namanya double-faced satin, kain satin yang dibuat menjadi mengkilap dan halus pada kedua sisi permukaannya karena menggunakan dua set susunan benang lusi.

Kain satinSerat alami maupun serat buatan dapat digunakan untuk membuat kain satin. Katun, Sutera, poliester, dan wol merupakan serat yang biasa ditenun menjadi satin. Kain sering dianggap sebagai satin jika kain tersebut dibuat dengan serat sutera nilon, atau poliester, tetapi beberapa definisi bersikeras bahwa kain satin harus dibuat hanya dari serat sutera. Meskipun sutera kelas tinggi adalah pilihan yang lebih disukai untuk membuat satin namun poliester sering digunakan dan sudah umum karena harganya lebih murah.

Kain yang dibuat dengan teknik tenunan satin dari bahan katun biasanya disebut sateen, sedangkan kain satin yang dibuat dari campuran sutera dan rayon kadang-kadang disebut dengan Duchesse. Ada juga beberapa kain yang dibuat dengan satu tenunan atau bahan di bagian belakang dan yang lain di bagian depan seperti Canton satin. Ada juga yang namanya satin Cire, yang dibuat dengan menambahkan lapisan lilin untuk membuatnya lebih mengkilap. Proses ini juga membuatnya menjadi agak kaku, dan sering digunakan untuk membuat pita, dasi atau semacamnya.

Satin dari serat sutra dianggap paling mewah dan berkualitas dibandingkan dengan semua kain satin lainnya. Awalnya, pada Abad Pertengahan, satin memang terbuat dari sutera; maka dari itu kainnya sangat mahal dan hanya digunakan oleh kalangan atas. Tenunan satin diciptakan di Cina sekitar lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Satin menjadi terkenal di Eropa pada abad kedua belas. Namanya sendiri berasal dari kota pelabuhan Cina Quanzhou, yang namanya dalam (abad pertengahan) Arab adalah Zayton.

Saat ini, kain satin digunakan dalam berbagai keperluan seperti pakaian wanita dan pria, lingerie, baju tidur, kebaya, busana pengantin, pakaian pesta, sepatu balet, blus dan gaun malam. Bahan ini juga banyak digunakan untuk sprei, jok dan interior. Hal ini karena satin memiliki tekstur permukaan kain yang mengkilap, halus dan lembut sehingga menimbulkan kesan mewah dan elegan.

Baca juga:Pengertian bahan spandex

Hasil Pencarian Lainnya: