Pengertian Tenun Jacquard, Tenun Dobby dan Tenun Pile

8834 views

Tenun Jacquard

Kain tenun jacquard ialah kain tenun bermotif, dimana motifnya dihasilkan dari proses pertenunan dan bukan dari proses pencetakan (printing). Tenunan jacquard merupakan tenunan kain yang memiliki desain atau pola timbul pada kain yang juga disebut desain struktur kain. Dibuat pertama kali pada tahun 1801 oleh Joseph Marie Jacquard pada alat tenun khusus yang diciptakannya. Dengan mesin jacquard ini, motif atau desain kain yang dihasilkan bisa bervariasi, mulai motif bunga sampai motif geometris dapat dibuat dengan mesin tersebut.

kain jacquard
Jenis benang yang digunakan untuk membuat kain jacquard bermacam macam seperti katun, wool, sutera, linen dan yang paling sering digunakani biasanya adalah poliester. Jika dianalisis, kain jacquard dapat terlihat mengandung kombinasi anyaman polos, keper dan satin. Kain yang dibuat dengan metode ini termasuk kain damask, brocate, dan brocatelle. Proses menenun jacquard ini lebih banyak memakan waktu dan tenaga dibandingkan dengan tenunan biasa. Tenun Jacquard juga bisa dikombinasikan dengan berbagai jenis benang dan warna.

Tenun Dobby

Kain tenun dobby ini pertama kali dikembangkan sekitar tahun 1840, Tenun dobby adalah tenunan kain bermotif mirip dengan menenun jacquard tetapi pola pada dobby lebih sedikit dan kurang kompleks. Karakteristik kain ini ditandai dengan gambar-gambar kecil biasanya pola geometris, yang ditenun ke dalam struktur kain.

Polanya bisa berbeda, dalam bentuk angka-angka atau gambar-gambar yang berulang-ulang, atau bisa juga pola geometris yang berbeda. Konstruksi kain sangat kompleks. Jenis tenun ini memerlukan alat tenun khusus yang menarik/mengangkat benang lusi tertentu. Mesin otomatis secara selektif mengangkat beberapa benang lusi dan menurunkan yang lain dengan bantuan kartu dobby. Benang lusi yang timbul ini menghasilkan pola geometris yang mengulang pada seluruh kain.

Kain dobby
Untuk mengangkat benang lusi saat mengoperasikan alat tenun, di masa praindustri, alat tenun tangan pernah membutuhkan sekali orang untuk duduk di atas alat tenun untuk melakukannya yang disebut sebagai "dobby boy". Oleh karena itulah sebabnya kenapa kain dobby bisa sangat mahal harganya pada waktu itu sebelum penemuan alat tenun otomatis.

kain tenun dobby dapat menggunakan berbagai serat yang berbeda seperti kapas, nilon atau sutera. Banyak kain tenun Dobby yang menggunakan kombinasi ketiganya untuk membentuk suatu karakter kain yang diinginkan. Jenis kain yang dibuat pada alat tenun Dobby termasuk Birdseye Cotton, Baranthea, Matelasse, dan Moss Crepe.

Baca juga: Jenis Anyaman Dasar Kain Tenun

Tenun Pile

kain tenun pileKain tenun ini dapat terdiri dari tiga lapisan, itulah sebabnya kadang terasa tebal ketika kita sentuh. Lapisan pertama disebut sebagai kain dasar, fondasi kain ini berperan sebagai pengikat benang sedangkan lapisan kedua merupakan lapisan yang terbuat dari serat-serat yang terhubung satu sama lain dan bisa berperan sebagai 'bantal', lapisan ketiga terdiri dari kumpulan loop (sengkelit) dimana dibuat dengan cara menyelipkan serat atau benang pada kawat besi dimana loop terbuat pada benang tersebut.

kain corduroy
Setelah selesai menenun, kawat besi ini akan disingkirkan, sehingga meninggalkan loop-loop pada permukaan kain. Loop atau sengkelit ini bisa dipotong atau dibiarkan begitu saja. Loop ini bisa bermanfaat sebagai handuk, dipotong pendek untuk jadi bahan corduroy, dicukur untuk jadi bahan beludru (velvet) atau dijadikan sebagai bahan bulu binatang imitasi (fake fur).

Hasil Pencarian Lainnya: