Persyaratan Benang Untuk Proses Perajutan

414 views

Pemilihan jenis benang rajut, pada dasarnya ditentukan oleh dua faktor yaitu mesin yang akan digunakan dan tujuan penggunaan kain.  Faktor mesin berkaitan dengan persyaratan benang tersebut harus dapat diproses pada mesin rajut dan memberikan hasil kain yang baik. Faktor tujuan penggunaan kain maksudnya adalah bahwa benang yang digunakan dan kain yang dihasilkan harus dapat digunakan dan memberikan kepuasan baik ditinjau dari segi teknis maupun ekonomis.

persyaratan-benang-rajut

Dengan kemajuan teknologi yang dicapai saat ini, pemakaian kain rajut makin bersifat fungsional. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan di bidang serat yang mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan tersebut. Sebagai contohnya adalah serat-serat buatan yang daya serapnya terhadap air sangat rendah, cukup baik untuk daerah dingin. Serat-serat tersebut banyak digunakan di daerah-daerah dingin sebagai bahan pakaian yang dihasilkan dari benang filamen yang diolah pada mesin rajut lusi, sedangkan untuk mendapatkan pakaian-pakaian hangat dari serat buatan digunakan benang-benang texturizing yang diolah pada mesin rajut pakan. Proses perajutan memerlukan sifat benang yang lentur dan tidak kaku. Persyaratan tersebut diperlukan agar pada proses pembentukan jeratan benang yang mengalami tekukan secara terus menerus dapatlancar dan kemungkinan benang putus akan semakin kecil.

Di dalam praktiknya, untuk mendapatkan benang yang lembut, diperlukan benang dari serat panjang (filamen) dan twist (gintiran) yang kecil.  Sebagai gambaran perbandingan, yaitu :  Twist per inci = k . Ö Ne1

K (α) adalah nilai koefisien, dan Ne1 adalah nomor benang

untuk benang lusi, α = 4,00 - 4,75

untuk benang pakan,  α = 3.50 - 4,00

untuk benang rajut, α = 2,75 – 3,25

Jenis Benang Untuk Benang  Rajut

Saat ini benang-benang rajut dibuat dari hampir semua jenis serat, baik benang dari serat pendek (spun),serat panjang(filament) ataupun texturized. Pada mesin rajut pakan, umumnya menggunakan benang akrilik, kapas, wool, rayon, dan polyester,  sedangkan untuk benang filamen jarang digunakan pada mesin rajut pakan. Sebaliknya pada mesin rajut lusi umumnya menggunakan benang-benang filamen, dan sangat jarang benang-benang texturized.

Nomor Atau Ukuran Benang

Untuk menyatakan benang itu kasar atau halus dipergunakan suatu sistem penomoran yang ditetapkan dan diakui secara internasional, yaitu :

  • Penomoran tidak langsung (Ne dan Nm)

Artinya semakin besar diameter benang berarti semakin kecil nomor benang

Contoh :

  • Ne1 20berarti benang dengan panjang 20 hank memiliki berat 1 pound

     (1 Hank = 840 yard = 768  meter and 1 pound =  453,6 gram)

  • Nm 50 berarti benang dengan panjang 50 meter memiliki berat 1 gram
  • Penomoran langsung (Tex dan Td)

Artinya semakin kecil diameter benang maka semakin kecil nomor benang. Pada sistem penomoran ini yang perlu diperhatikan adalah semakin kasar benangnya, maka semakin kecil nomornya.

Contoh :

  • 100 Tex berarti benang memiliki berat 100 gram dalam panjang 1000 meter
  • 150 D berarti benang memiliki berat 150 gram dalam panjang 9000 meter

Hasil Pencarian Lainnya: