Produksi Serat Kapas dari Ladang ke Pabrik

5899 views

Kapas, bentuk paling murni dari selulosa yang ditemukan di alam ada pada tanaman dari genus Gossypium. Diklasifikasikan sebagai serat alam, selulosa, mono-selular, dan serat stapel. Kapas telah dibudidayakan selama lebih dari 5000 tahun. Arkeolog menemukan bahwa kapas tumbuh dan digunakan untuk tujuan tekstil di Lembah Indus sebelum 2100 SM, dan di Meksiko pada 3500 SM. Kapas memiliki fleksibilitas hampir tak terbatas dan penggunaan untuk hal yang baru terus-menerus ditemukan.

produksi serat kapas

Budidaya: Kapas membutuhkan sekitar dua ratus hari cuaca hangat secara terus menerus dengan kelembaban dan sinar matahari yang cukup; cuaca dingin berbahaya bagi kapas. Biasanya di bulan Maret atau April biji kapas yang bagus mulai ditanam. Bunga-bunga pada tanaman kapas muncul pada bulan Juni atau Juli dan kapas biasanya matang antara Agustus dan Oktober. Musim dan cuaca mungkin berbeda di tempat yang lain di dunia. Kapas mengandung biji, yang terbungkus dalam serat muda yang tumbuh aktif. Setiap biji kapas dapat menghasilkan sebanyak 20.000 serat. Ketika benih hampir matang, pembungkus kapas akan pecah dan serat kapas akan muncul membentuk gumpalan berbulu putih yang disebut boll. Selama periode ini, tanaman kapas menjadi target serangan banyak serangga (misalnya kumbang Boll, cacing Boll, ulat). Insektisida disemprotkan untuk melindungi tanaman pada tahap ini. Serat kini terkena sinar matahari sampai proses pematangan selesai, dan sel kapas secara bertahap mengering, meninggalkan kapas yang siap panen.

Pemanenan: Boll (buah kapas) matang memiliki serat matang yang dipetik oleh mesin di negara-negara maju dan dengan tangan di Negara berkembang. Memetik secara mekanik, selain lebih cepat dan hemat biaya panen, namun juga memiliki beberapa kelemahan yaitu: mesin dapat memetik Boll belum matang, daun, dan batang tanaman pada Bolls matang. Di sisi lain grade yang lebih tinggi dari kapas diperoleh dengan memetik menggunakan tangan secara selektif. Seorang pemetik ahli dapat dengan mudah mengenali Boll yang matang dan tidak ikut memetik daun atau batang tanaman. Metode ini lebih lambat dan paling mahal diterapkan di negara maju tapi lebih baik untuk negara-negara berkembang.

Ginning: Setelah panen, serat dipisahkan dari biji dengan proses yang dikenal sebagai ginning. Gin (yaitu mesin ginning) dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu gin gergaji dan gin rol. Sebuah gin gergaji terdiri dari serangkaian gergaji melingkar yang memiliki bentuk gigi khusus dan digunakan terutama untuk serat pendek dan medium.

Gin modern memiliki 80-120 gergaji terpasang pada poros horizontal yang panjang pada interval yang sesuai. Biji kapas dimasukkan melalui hopper dan gergaji kemudian beroperasi memisahkan serat dari biji yang dikenal sebagai lints. Pada gin rol, pisau menghentak benih dari serat sedangkan ladder menarik serat antara roller dan pisau tetap. McCarthy gin adalah tipe khusus roller gin. Roller ginning yang sering digunakan untuk serat panjang menyebabkan proses menjadi lebih lambat dan lebih mahal.

Kapas Linter adalah serat pendek, seperti rambut yang masih menandung biji setelah proses ginning dilakukan. Kapas linterkan dihilangkan pada proses ginning kedua. Biasanya digunakan dalam pembuatan viscose (atau rayon) dan asetat, plastik, film fotografi dan untuk tujuan lain.

Baling: Setelah ginning, kapas lints dikompres ke dalam bal persegi panjang, yang ditutupi dengan goni atau kantong polypropylene dan diikat menggunakan tali besi. Berat Bal umumnya sekitar 480 atau 500 pon. Bal ini kemudian dikirim ke pabrik pembuatan benang

Grading: Penilaian kapas dilakukan secara tradisional oleh cotton classer, yang tergantung pada keterampilan dan pengalaman panjang dalam menilai kualitas kapas berdasarkan inspeksi dan perasaan. Penilaian didasarkan pada (1) panjang serat, (2) warna dan (3) jumlah kotoran dalam kapas. Classer bekerja biasanya dengan tangan ketika memeriksaan kapas.

Hasil Pencarian Lainnya: