Proses Pembuatan Serat Rayon Viscose

3007 views

Serat Rayon terbuat dari selulosa murni, biasanya berasal dari pulp kayu. Untuk tujuan pemintalan, pulp (bubur) kayu perlu dilarutkan ke dalam larutan melalui konversi yang terjadi dalam dua langkah sbb:

  1. soda kaustik dicampur dengan pulp kayu untuk membuat alkali selulosa, dan
  2. karbon disulfida ditambahkan untuk bereaksi dengan alkali selulosa untuk membentuk natrium selulosa xantat.

Yang dihasilkan natrium selulosa xantat kemudian dilarutkan dalam larutan soda kaustik lemah untuk membentuk larutan pemintalan yang disebut viscose. Menggunakan proses pemintalan basah, larutan viscose diekstrusi melalui spineret ke dalam bak asam sulfat (H2SO4). Setelah dinetralisasi dalam bak asam sulfat,  selulosa yang berasal dari viscose dibuat ulang (regenerasi) menjadi serat kontinyu (tow) yang ditarik melalui unit peregangan pertama dan kedua.

Diantara kedua unit peregangan ini dilakukan pencuci an tow untuk menghilangkan karbon disulfida. Unit peregangan yang kedua menyuapi (feed) tow yang telah dicuci ke pisau pemotong (cutter) untuk memotong serat tow menjadi serat staple (lebih pendek) dengan panjang serat antara 1 dan 6 inch (25-152 mm). Serat rayon staple kemudian diletakkan di atas sabuk untuk melewati serangkaian langkah pencucian yang meliputi pencucian dengan air panas untuk menghilangkan sisa asam; pencucian sulfidauntuk mencuci residu dari sisa desulfurizing seperti sulfida; perendaman pemutihan (bleaching); dan terakhir, pencucian air panas.

Proses Pembuatan Serat Rayon Viscose

Proses Pembuatan Serat Rayon Viscose

Setelah dicuci, serat stapel rayon dikeringkan, dibuka, dan dikirim ke bale pressing untuk proses baling. Serat filamen rayon juga dapat langsung di gulung pada bobin jika langkah pemotongan dilewati. Dalam pasar rayon viscose saat ini, 85% dari produksi serat rayon adalah serat stapel.

Serat rayon staple biasanya digunakan untuk dicampur dengan serat alami atau serat sintetis untuk membuat benang campuran. Kain yang terbuat dari benang campuran rayon sangat diperlukan untuk berbagai aplikasi pakaian. Untuk meningkatkan spinnability (daya pintal) dari benang campuran rayon viscose, serat rayon viscose staple sering diberikan crimp sebelum proses pemotongan.

Dengan perubahan kondisi reaksi viscose dan parameter kontrol, sifat serat viscose akan berbeda. Hal ini menyebabkan produksi serat rayon viscose dimodifikasi, di antaranya high-modulus-wet (HWM) viscose dan high-tenscity- viscose adalah dua yang paling penting. Untuk menghasilkan HWM serat viscose, penuaan pada selulosa alkalisasi dan pematangan di xanthation tidak lagi diperlukan dan konsentrasi kimia dikurangi, sehingga kecepatan koagulasi selulosa berkurang, memungkinkan lebih banyak waktu untuk serat untuk mengalami peregangan. Untuk produksi high-tenacity serat viscose, kecepatan regenerasi selulosa perlu dikurangi dengan meningkatkan konsentrasi seng sulfat dalam perendaman pemintalan.

Serat viscose HWM memiliki dua nama merek yang umum digunakan yaitu : "Polynosic" dan "Modal".

Hasil Pencarian Lainnya: