Sejarah Kain Tradisional di Indonesia

4242 views

Indonesia sangat kaya dengan hasil karya seni tradisional yang beraneka ragam.Setiap daerah mempunyai hasil karya seni yang diwariskan secara turun temurun, salah satunya adalah kain tradisional. Corak kain tradisional sangat dipengaruhi oleh adat istiadat dan budaya setempat, serta metode yang dipergunakan.Kain tenun tradisional tersebut adalah seperti kain songket Sumatera Barat, ulos Batak, batik Jawa, batik Madura, tenun Bali, tenun ikat NTT dan NTB, batik Kalimantan, batik Sulawesi, dan jenis kain lainnya. Dahulu pembuatan kain tenun ini disebut dengan istilah menenun dan merupakan pekerjaan yang umumnya dilakukan kaum wanita untuk mengisi waktu luang, setelah melakukan pekerjaan rumah tangga. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana yang disebut gedogan. Namun saat ini, pekerjaan menenun dilakukan juga oleh kaum pria seiring berkembangnya teknologi dan peralatan yang digunakan untuk menenun.

kain-tradisional-indonesiaDalam perkembangan selanjutnya, terlihat bahwa kepandaian menenun tidak dipergunakan untuk sekedar menghasilkan kain sebagai penutup tubuhsaja, tapi lebih dari itu, kain tersebut juga merupakan sebuah karya seni yang muncul sesuai dengan alur kehidupan masyarakat. Sehelai kain tenun yang indah, tidak saja berfungsi sebagai busana penutup tubuh, namun dapat menunjukkan derajat dan martabat pemakainya. Kain tersebut dapat menunjukkan pesan khusus yang tersirat dibalik motif dan warna-warnanya. Jadi bukan hanya sekedar motif, namun disertai dengan makna dari lambang yang tersembunyi di balik motif dan ragam hias yang menyertainya.

Bagi beberapa kelompok masyarakat di Indonesia, menenun merupakan suatu rangkaian upacara tersendiri, yang telah ditentukan dengan tahapan kerja dan tata tertib tertentuyang kemudian menjelma menjadi suatu nafas seni budaya. Bahkan  untuk menenun kain dari jenis-jenis tertentu tidak boleh dilakukan di sembarang waktu karena ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum kegiatan menenun dimulai. Hal ini tidaklah mengherankan bila mengingat bahwa beberapa jenis kain di berbagai suku, ternyata mempunyai fungsi-fungsi yang khusus.

Kain tenun tradisional dahulu dipakai untuk keperluan adat dan upacara keagamaan saja. Namun saat ini kain tenun tradisional dapat dimodifikasi atau dipadupadankan dengan berbagai jenis kain lainnya sehingga dapat dijadikan busana trendi dan modern yang dapat dipakai untuk berbagai kegiatan.Selain itu, tenunan yang dihasilkan pun kini lebih variatif karena muncul dengan berbagai corak dan warna yang mengikuti tren masa kini namun tidak meninggalkan kekhasan dari tenun tradisional itu sendiri. Pengggunaan produk kain ATBM juga semakin luas bukan hanya untuk untuk busana, namun juga untuk suvenir, dekorasi dan interior ruangan. Hal ini menyebabkan tingginya permintaan kain ATBM baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu permintaan pasar terhadap kain ATBM relatif tidak terpengaruh dengan perubahan situasi ekonomi karena memiliki pasar konsumen golongan menengah ke atas.

Hasil Pencarian Lainnya: